Rabu 7 juli 2010
Hari ini sebenarnya gag da niat mau pergi. Bangun aja jam 10.30. begitu melihat hp, rupanya ada sms. Dari temen lama, yaitu ami. Temen gw 1 sd, 1 smp, 1 sma. Hampir 3 tahun kami bersama. Hanya kuliah saja kami berbeda. gw di UIN dia BSI. Walaupun begitu, kami terkadang masih menjalin komunikasi. Hari itu, ami lagi bosen di rumah, begitu juga dengan gw, yaudah akhirnya kami memutuskan untuk pergi nonton ke Binplas. Kami berangkat selepas dzuhur. Akhirnya gw ngerasain lagi naik angkot. Maklum beberapa bulan ini, gw lebih suka bepergian dengan motor. Untuk kali ini saja, gw lagi males bawa motor, karena bensinnya habis dan juga bannya yang mengkhawatirkan. Yaudah mending berangkat dengan angkot saja. Kalo di hitung-hitung sama saja. Gag ada rugi-untungnya ke binplas pake motor ataupun dengan angkot.
Yaudah dengan dipayungi awan mendung kami berangkat. Tidak membutuhkan waktu lama untuk menunggu angkot yang kosong. Karena angkot langsung muncul. Dengan tarif sebesar 3000, kami sampai di Binplas. Sebelum ke bioskop di lantai 3, gw nemenin ami buat ngambil uang di atm dulu. Setelah itu, kami langsung melihat jadwal film yang sedang di putar. Hari itu, kalau tidak salah di studio 1 ada 3 hati, studio obaman anak menteng, studio 3 tanah air beta, studio 4 red cobex, dan studio 5 ada laskar cilik. Setelah menimbang-nimbang, kami memilih studio 4 red cobex. Dengan tiket sebesar 15000, kami memilih kursi E 9&8. karena jam tayang sekitar jam 3, sedangkan sekarang masih jam 1 lewat, akhirnya kami menghabiskan waktu dengan berkeliling.
Kami mampir untuk sekedar menyantap sebuah hamburger dan pepsi cola dengan harga 10000 dan juga chesee burger dan pepsi cola seharga 12000. kami langsung melahap makanan tersebut setelah menunggu sekian lama di AH. Setelah selesai makan, ami pengen banget beli es krim di mcdonald. Namun sayang begitu kami sampai di stannya, yang gag jauh dari AH, ternyata es krimnya sudah habis. Yasudah, kami lagi-lagi melanjutkan perjalanan menghabiskan waktu. Mondar-mandir kami bolak-balik ke bioskop. Hahaha,,, mungkin sang penjaga sampai bosan melihat kami bolak-balik masuk-keluar.
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya jam tayang pun di mulai. Sudah jam 3, kami pun langsung berburu masuk. Di dalam studionya, lagi-lagi amy ngidam pengen beli popcorn yang seharga 6000. padahal dulu harganya 5000 ternyata sekarang sudah naik 1000 jadi 6000. yasudah.. dengan membeli popcorn yang rasa asin. Kami menikmati jalan ceritanya.
Red cobex, lumayan lucu,, walaupun bagi gw sama sekali gag menarik. Ya sudah, berpura-pura senang lah. Tertawa untuk hal yang bagi gw sama sekali gag lucu adalah sebuah perbuatan penghormatan untuk yang menciptakan film tersebut. Hampir 1 jam 45 menit gw duduk menikmati cerita aneh itu. Dengan make up yang bagi gw berlebihan hanya untuk seorang preman perempuan. Cerita sebuah gerombolan preman yang baik hati. Dengan di dukung oleh tika panggabean, indy barends, cut mini, sarah sechan, lukman sardi, dan juga revalina s. Temat. Cerita yang disuguhkan dengan berbagai macam latar budaya ini, yang di wakilkan oleh red cobex.
Dan kalian tahu apa? Gw baru menyadari kalau pengertian red cobex itu, menyindir komunitas kapak merah. Perhatikan saja arti dari red cobex yaitu cobek merah. Yah, cobek yang biasa buat ibu-ibu mengulek sambel. Dan gw baru menyadari itu setelah selesai menonton. Haduh, benar-benar deh lagi lemot banged waktu nonton. Gag tau kenapa kok kayaknya bener-bener ga tertarik nonton red cobex. Ketika itu tidak terlalu banyak yang menonton. Paling sebagian besar yang nonton adalah para keluarga yang menghabiskan sisa masa liburan dengan nonton film. Itu yang terlihat kala itu, para orang tua yang membawa serta ke lima anaknya. Seorang ibu yang sedang membelikan popcorn dan soft drink untuk nonton. Terlihat sangat begitu jelas. Mengingat hari senin besok adalah hari masuk sekolah.
Setelah selesai menonton, kami langsung menuju toilet. Tempat favorit setelah nonton itu ya toilet. Karena kedinginan di dalam studio, mungkin membawa hasrat untuk buang air kecil. Karena bau, akhirnya gw hanya menunggu di luar saja. Akhirnya setelah selesai segala urusan. Ami tetap bersikukuh untuk membeli es krim. Beruntungnya, es krim yang tadinya sudah habis, kini sudah ada kembali. Tanpa menunggu komando, amy langsung mengantri di barisan antrian. Setelah sukses mendapatkan es krim di tangan, tak sengaja kami bertemu dengan Andika with his girlfriend.
Andika ini saudaranya ami dan juga teman waktu sd. Banyak yang berubah dari Dika. Dulu Dika agak gemukan, namun sekarang terlihat kurus. Dan juga sekarang Dika itu seorang perokok. Ternyata sekarang Dika kerja dan ga kuliah. Ternyata hari itu Dika abis nemenin pacarnya ujian mandiri di UIN. Dan mereka datang ke Binplas untuk nonton. Beberapa menit kami berbincang, saling menyapa dan mengejek tentunya. Setelah Dika dan pacarnya pamit pergi untuk nonton karena sudah waktunya, kami pun juga langsung beranjak dari bangku dan melangkah menuju eskalator. Kami memilih untuk pulang.
Ternyata di luar cuaca mendung, sangat gelap. Apalagi sudah gerimis. Yaudah kami buru-buru menuju perempatan bintaro untuk naek angkot d18. tak menunggu waktu lama untuk mendapatkan angkot d18, karena pada saat itu pas sekali ada angkot yang sedang ngetem. Selama perjalanan ternyata hujan turun dengan deras sekali. Jam menunjukkan pukul 5 lewat, hampir magribh. Tengah perjalanan, di angkot, kami memutuskan untuk mampir untuk makan mie ayam. Tempat dulu favorit kami untuk makan mie ayam semasa SMA. Beruntung setelah menunggu hujan reda, dengan ditemani gerimis, kami pun menerjang malam dengan semangat. Semangat untuk makan mie ayam. Untuk makan mie ayam saja kok, butuh perjuangan ya?? Huhfftt.....
Sesampainya di tempat mie ayam, kami langsung memesan 2 porsi mie ayam. Penjualnya sudah akrab dengan kami. Selain karena masih terhitung tetangga, tempat ini benar-benar menjadi tempat favorit kami, ketika pulang sekolah hampir magribh, kami tidak langsung pulang, melainkan mampir dulu ke tempat mie ayam.