Minggu, 14 November 2010

kolam renang

Kenapa sie, setiap olahraga selalu saja ada pelajaran berenang? Ya iyalah, namanya juga olahraga, pliss deh. Untuk sebagian siswi apalagi yang berkerudung, agak risih dengan pelajaran yang satu ini. Walaupun belajar renang tidak di campur dengan yang siswanya, namun tetap saja yang mengajarinya adalah seorang guru laki-laki. Jarang sekali ada guru olahraga yang perempuan. Namun, ada alternatif lain. Sebenarnya ini bukan disebut alternatif sie, karena hanya menguntungkan satu pihak doank. Kami hanya diminta membayar uang renang saja, untuk kehadiran terserah mau datang atau tidak yang penting bayar. Hmm.. untung bangedh gag sie tuh guru!! Bisa aja nyari obyekan.

Hari itu, teman-teman aku ngajak renang. Aku pikir, buat apa berenang, Cuma buat menghitamkan kulit saja. Susah payah aku memutihkan, eh.. sekarang malah mau dihitamkan. Tiddaaakkkkk... tapi teman ku itu tetap memaksa. Dengan muka memelas, akhirnya aku mengiyakan saja. Tapi dalam pikiran ku, aku hanya sekedar datang saja, tapi tidak ikut berenang.

Pulang sekolah, teman ku kembali mengingatkan agar nanti jam 2 siang berkumpul di depan alfa midi. Aku hanya tersenyum, sambil mengacungkan jempol tanda setuju. Aku pulang. Dirumah, selesai makan dan segala urusannya. Aku melihat jam, masih jam 13.00. akhirnya aku bermalasan dulu, nonton tv, dengarin radio. Aku lihat jam lagi, masih jam 13.30. huhh.. rasanya malas sekali. Apalagi suasana panas terik begini. Kan lebih enak, dirumah tidur didepan kipas angin.. hemm,,, nyamann. Tapi aku sudah terlanjur berjanji pada teman ku. Bahkan sudah berkali-kali teman ku itu mengirimkan sms yang isinya, mengingatkanku akan renang nanti. Haduuhh.. penting banget ya berenang!! Keluh ku dalam hati. Dengan menarik nafas panjang, akhirnya aku bersiap-siap juga deh.

DAMN... kesel bangedh deh. Kalau tahu begini mending aku ga usah ikut. Selama perjalanan, aku dicuekin oleh temanku itu. Dia asyik dengan teman-temannya sendiri. Bukannya aku ga mau gabung, aku hanya ga ngerti apa yang sedang mereka obrolin. Akhirnya sepanjang perjalanan, aku hanya diam. Menikmati jalanan yang penuh dengan toko-toko. Sumpah, di angkot aku hanya diam, diam dan diam. Huuhhhh... aku menyesal dalam hati. Seharusnya aku tahu, kalau akhirnya bakalan jadi gini. Lebih baik, aku menyibukkan diri dengan ber-sms ria. Tapi siapa yang mau aku kirimi sms???

Sesampainya di kolam renang, akhirnya kami bertemu dengan anak kelas lain dan juga tentunya sang guru olahraga. Banyak yang ga nyaman dengan guru yang satu ini. Katanya guru ini genitlah, suka megang-megang, suka nyari kesempatan. Wah, pokoknya banyak banget deh, katanya-katanya. Aku sie percaya ga percaya. Aku bilang ma temanku itu, aku tidak ikut renang, aku beralasan saja sedang ‘dapet’. Dengan begitu orangnya pasti akan langsung diam. Dan berkata “ yah, sayang banget. Padahal seru banget tau renang...”. Yah, whatever lah, terserah situ mau ngomong apa. Akhirnya temanku, berganti pakaian renang. Aku dengan beberapa teman yang juga tidak ikut nyebur, akhirnya dengan suka rela menjadi petugas penjaga tas.

Temanku kembali dengan sudah mengenakan pakaian renang. Dia asyik bercanda dengan teman-temannya. Aku hanya tersenyum, ketika ia mengalihkan pandangannya padaku. Lalu dia menghampiri ku, sambil menunggu temannya yang belum selesai berganti pakaian. Dengan nada optimis, dia menawarkan jasa belajar renang gratis.
“ iya Ta, gini-gini aku bisa renang lho!” ucap Sri dengan bangga
“ oh ya,, renang gaya apa? Gaya batu..” celetuk ku dengan ringan
“ ihh,, beneran aku bisa berenang tau..” Sri berusaha meyakinkanku.
“ iya iya, aku percaya kok, kamu bisa berenang. Nih pake dulu sunbloknya, biar ga hitam kulitmu itu” aku berusaha mengalah, sambil memberikan sunblok.
“ yah, kolam renang disini mah, ga da apa-apanya. Udah sempit, ga bisa gerak leluasa,,udah gitu airnya juga katanya ga bagus.” Komentar Sri
“ oh ya..” aku hanya sedikit menanggapi omongan dia
“ kamu sudah pernah ke water boom? Disana justru enak banget lho. Puas aku main kesana. Kapan-kapan kamu ku ajak ke sana deh” Sri dengan senyum bangganya menawari ku.
“ ya iyalah.. jangankan yang ga bisa berenang, anak kecil aja bisa kok main di water boom. Hah..” pikir ku

Teman yang ditunggu sudah selesai berganti pakaian. Akhirnya Sri pamit padaku. Terlihat dia dan yang lain mengitari kolam renang untuk pemanasan. Tak luput dari pandangan guru olahraga itu. Terlihat beliau sedang asyik bercakap-cakap dengan kakak kelas.

Lihat lah suasana kolam renang yang cukup nyaman. Tolong ya garis bawah, tanda kutip, huruf kapital “NYAMAN”. Sungguh nyaman yang memang ukuran kolam renang itu sungguh standart. Tidak ada pembatas yang jelas. Sebagian lantainya pun miring, menunjukkan kedalaman kolam renang bertambah. Kolam renang masih dipenuhi dengan anak-anak tk yang juga lagi belajar berenang. Lucu sekali melihat mereka berenang menggunakan pelampung. Sungguh kolam renang yang very crowded.

It’s time to swimming. Akhirnya anak-anak tk itu sudah selesai. Dan sekarang giliran Sri dkk. Untuk teman-teman yang lain yang belum pandai berenang, mereka cukup main air di pinggir kolam. Sri dan beberapa teman, tidak langsung nyebur. Ia kembali menghampiri ku. Dia bilang dia haus sekali. Aku mendengar percakapan Sri dengan temannya.
“ sri, kita langsung di tempat yang dalam aja yuk!”
“ boleh, sapa takut.. lagipula tempat yang sedang sudah dipenuhi sama yang lain.”
“ apa ga pa apa, kalian langsung di tempat yang dalam?” tanya ku memperingatkan
“ sudah Ta, tenang saja aku sama teman ku ini jago berenang kok. Jadi ga masalah sekalipun tempatnya dalam.” Ucap Sri yang di barengi dengan anggukan kepala temannya itu.

Aku pikir ya sudah lah, untuk apa lagi aku berdebat. Lebih baik aku nikmati saja makananku. Aku melihat, Sri dan temannya itu berlari lalu meloncat langsung ke kolam yang sangat dalam itu. Byuurrr... terdengar suara mereka menyebur. Beberapa menit, mereka berdua tak juga muncul ke permukaan. Membuat semua orang panik. Aku pun ikut berlari ke pinggir kolam renang untuk memastikan. Terlihat penjaga kolam, sudah bersiap untuk nyebur. Namun, syukur alhamdulillah, Sri dan temannya muncul juga di permukaan. Dengan wajah yang pucat pasi, dia tersenyum pada ku, begitu ia melihatku. Temannya terlihat hampir pingsan. Akhirnya mereka berdua diangkat.
“ kalian tidak apa-apa?” tanya pak guru
“ tidak pak. Memang ada apa sih?” tanya Sri pura-pura tak tahu.
“ kami mengira kau tenggelam, karena tidak bisa berenang, habis kalian tidak muncul ke permukaan sie..” ucap ku dengan nada mengejek
“ lagian kamu Sri, yang lain pada di kolam yang sedang kenapa kalian berdua malah nekat ke kolam yang dalam?” tanya yang lain
“ tidak ada yang melarang, kalian ingin berenang di kolam yang dalam atau yang sedang. Tapi ada waktunya. Sekarang waktunya ambil nilai, kenapa kalian malah main-main sendiri? Lagi pula berenang itu ada tahapnya juga.” Terang pak guru
Sri dan Temannya terlihat menunduk malu. Sambil berusaha mengatur nafas mereka.
“ iya Sri coba kalau tadi kalian itu kakinya kram, dan akhirnya tenggelam. Sapa yang tahu coba..”
Sri hanya tersenyum kecut. Dia malu menjadi pusat perhatian. Mukanya memerah, menahan malu.
Makanya, jangan terlalu bangga dengan diri sendiri, itu namanya sombong. Untung saja kalian bisa mencapai permukaan, coba kalau tidak. Hahahaha...Mungkin jahat juga aku, mentertawakan kesombongan mereka yang berakibat membuat malu diri sendiri.

Setelah semuanya kembali ke kolam renang, tak sengaja aku mendengar obrolan mereka.
“ sri, ternyata kolamnya dalam juga ya...”
“ iya ya.. dalam banget. Aku sebenarnya kaget waktu di dalam air tadi..”

Aku tersenyum mendengarnya. Mereka yang tadi meremehkan, ternyata mengakui juga. Hahaha... puas sekali aku melihat wajah keduanya yang pucat pasi. Mungkin sekarang tanduk setan ku mulai keluar. Aku benar-benar tertawa senang melihat mereka mendapatkan balasannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar